Sumbar Dihantui Ancaman Megathrust Mentawai, Pakar Ingatkan Warga untuk Tetap Siaga



Provinsi Sumatera Barat kembali menjadi sorotan usai gempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Pesisir Selatan pada pekan lalu. Peristiwa tersebut memunculkan kembali kekhawatiran masyarakat mengenai potensi ancaman gempa besar akibat aktivitas megathrust Mentawai yang sudah lama diprediksi para ahli.

Sejumlah pakar kebencanaan menegaskan bahwa kawasan lepas pantai barat Sumatera, khususnya di sekitar Kepulauan Mentawai, merupakan salah satu titik rawan gempa megathrust terbesar di Indonesia. Potensi ini sudah lama dikaji oleh para peneliti, karena lempeng Indo-Australia terus menekan lempeng Eurasia di wilayah tersebut. Tekanan yang semakin besar berisiko dilepaskan dalam bentuk gempa bumi dengan kekuatan sangat besar, bahkan berpotensi memicu tsunami.

Gempa M 6,2 yang baru saja terjadi dianggap sebagai pengingat bahwa aktivitas seismik di kawasan ini masih sangat aktif. Walaupun tidak semua gempa diikuti dengan bencana besar, para ahli menyebut bahwa potensi megathrust tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti kapan gempa besar akan terjadi. Namun, masyarakat bisa mengurangi risiko dengan cara meningkatkan kesiapsiagaan, memahami jalur evakuasi, hingga melakukan simulasi bencana secara berkala. Pemerintah daerah juga didorong untuk terus memperkuat sistem peringatan dini tsunami serta memperhatikan tata ruang pemukiman yang aman dari ancaman bencana.

Sejarah mencatat, wilayah Sumbar pernah mengalami guncangan hebat akibat gempa besar. Salah satunya adalah gempa dan tsunami Mentawai pada 2010 yang menelan banyak korban jiwa dan merusak ratusan bangunan. Pengalaman pahit ini diharapkan menjadi pelajaran berharga agar masyarakat tidak lengah menghadapi potensi serupa di masa depan.

Next dengan Timer

Para pakar menilai, edukasi publik mengenai mitigasi bencana harus menjadi prioritas utama. Masyarakat perlu memahami langkah-langkah praktis seperti mencari tempat aman ketika gempa terjadi, menyiapkan tas darurat, serta mengetahui titik kumpul evakuasi. Langkah sederhana ini bisa menyelamatkan banyak nyawa jika sewaktu-waktu gempa besar benar-benar terjadi.

Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci dalam menghadapi ancaman megathrust Mentawai. Meski tidak ada yang tahu kapan bencana akan datang, kesiapan masyarakat dan pemerintah dapat menjadi perisai pertama untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama