Universitas Andalas Tegaskan Sikap Keras Menentang Tindakan Genosida Israel terhadap Warga Palestina


Universitas Andalas (Unand) kembali menegaskan sikapnya terhadap konflik yang tengah berlangsung di Palestina. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh pihak rektorat, Unand mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh Israel, yang dinilai sebagai bentuk genosida terhadap warga Palestina. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kekerasan dan krisis kemanusiaan yang terus terjadi di wilayah tersebut.

Menurut pihak universitas, tindakan yang dilakukan oleh Israel telah melanggar hukum internasional serta hak asasi manusia yang dijamin bagi setiap warga Palestina. "Kami, civitas akademika Universitas Andalas, mengecam keras genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina. Tindakan ini tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun," ujar pernyataan resmi tersebut, yang menegaskan bahwa dunia akademik Indonesia harus turut bersuara terhadap ketidakadilan yang terjadi.

Unand juga menyampaikan bahwa sebagai institusi pendidikan, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan perdamaian dan keadilan. Pihak universitas menyerukan agar masyarakat internasional segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan kekerasan yang terus berlanjut dan memberikan perlindungan terhadap hak-hak warga sipil Palestina. "Kita tidak bisa diam melihat pembantaian dan penderitaan yang dialami saudara-saudara kita di Palestina. Dunia akademik memiliki peran penting untuk menegakkan keadilan," tambah pernyataan itu.

Selain itu, Unand juga menegaskan dukungannya terhadap upaya diplomasi internasional yang dapat menghentikan agresi militer dan memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Universitas berharap agar negara-negara anggota PBB dan organisasi internasional lainnya segera bertindak untuk menekan Israel menghentikan aksi kekerasan dan melindungi hak-hak warga Palestina.

Dalam konteks ini, rektor Unand menyampaikan bahwa kampus akan terus menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya mengutamakan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan keadilan. Unand menegaskan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat global untuk menentang segala bentuk penindasan dan genosida. "Kami berharap, melalui suara akademik, masyarakat dunia dapat semakin sadar bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil harus dihentikan segera," kata pihak universitas, yang menegaskan bahwa suara mereka bukan sekadar retorika, tetapi bentuk tanggung jawab moral.

Pernyataan Unand ini sejalan dengan berbagai lembaga pendidikan dan organisasi kemanusiaan di Indonesia yang terus menyerukan perdamaian dan penghentian agresi militer di Palestina. Universitas Andalas mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa dan civitas akademika, untuk memberikan dukungan nyata melalui aksi kemanusiaan, penyebaran informasi yang benar, dan advokasi terhadap hak asasi manusia.

Next dengan Timer

Kampus berharap, dengan dukungan masyarakat luas dan tekanan internasional, kekerasan terhadap warga Palestina dapat segera dihentikan, dan solusi damai yang adil dapat tercapai. "Kami berharap masyarakat dunia, khususnya negara-negara yang berpengaruh, dapat mengambil langkah konkret agar warga Palestina dapat hidup dengan aman dan bermartabat," pungkas Unand, menekankan pentingnya solidaritas global dalam menghadapi krisis kemanusiaan yang terus berlanjut.

Katanya, pernyataan keras ini bukan hanya bentuk sikap simbolis, tetapi juga ajakan bagi semua pihak untuk bertindak nyata dalam melindungi hak-hak warga sipil yang tertindas. Unand menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengadvokasi perdamaian dan keadilan di wilayah konflik.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama