Joko Santoso Terpilih Menjadi Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Periode 2025-2028, Tantangan Baru di Dunia Perpustakaan


Dalam sebuah momen penting bagi dunia perpustakaan dan literasi di Indonesia, Joko Santoso resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) untuk periode 2025-2028. Pemilihan ini berlangsung dalam kongres tahunan IPI yang diadakan di Jakarta dan dihadiri oleh ratusan anggota dari berbagai daerah. Joko Santoso, yang sebelumnya dikenal aktif dalam berbagai kegiatan literasi dan pengembangan perpustakaan, menyatakan rasa syukur dan tanggung jawab besar yang kini melekat padanya.

Katanya, menjadi pemimpin IPI adalah tantangan sekaligus kesempatan untuk mendorong inovasi di bidang perpustakaan. Ia menekankan pentingnya modernisasi perpustakaan agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis di era digital. "Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tapi pusat informasi yang harus bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat. Saya berkomitmen untuk mendorong digitalisasi layanan dan meningkatkan kapasitas pustakawan di seluruh Indonesia," katanya.

Selain itu, Joko Santoso juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarperpustakaan di tingkat nasional maupun internasional. Katanya, pertukaran informasi dan kerja sama lintas perpustakaan dapat meningkatkan kualitas layanan dan memperkaya sumber daya literasi bagi masyarakat. Dalam pidatonya, ia juga menekankan program pelatihan berkelanjutan bagi pustakawan, sehingga mereka dapat mengikuti perkembangan teknologi dan metodologi terbaru dalam pengelolaan informasi.

Kongres tersebut juga menjadi ajang evaluasi berbagai program yang telah dijalankan IPI selama periode sebelumnya. Katanya, evaluasi ini menjadi dasar penting bagi perencanaan strategis ke depan, termasuk program pengembangan perpustakaan berbasis komunitas, peningkatan literasi digital, serta penguatan peran pustakawan dalam pendidikan formal maupun non-formal.

Dalam sambutannya, Joko Santoso menyampaikan terima kasih kepada semua anggota IPI yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Katanya, dukungan anggota akan menjadi kunci sukses dalam menjalankan visi dan misi organisasi selama tiga tahun ke depan. Ia menegaskan akan membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh anggota dan pemangku kepentingan, agar setiap keputusan yang diambil bisa berdampak positif bagi dunia perpustakaan di Indonesia.

Next dengan Timer

Selain fokus pada pengembangan teknologi dan layanan, Joko Santoso juga berencana untuk meningkatkan promosi literasi di kalangan generasi muda. Katanya, generasi muda adalah kunci masa depan literasi bangsa, sehingga perpustakaan harus mampu menjadi ruang yang menarik dan mendidik. Ia berkomitmen untuk meluncurkan berbagai program inovatif, mulai dari workshop kreatif, lomba literasi digital, hingga kerja sama dengan sekolah dan universitas.

Dengan terpilihnya Joko Santoso sebagai Ketua IPI periode 2025-2028, diharapkan dunia perpustakaan Indonesia akan memasuki era baru yang lebih modern, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Katanya, tantangan memang besar, tetapi dengan kerja sama dan semangat anggota, IPI siap menghadapi setiap dinamika yang ada dan terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama