Roblox Terancam Diblokir di Indonesia? Begini Penjelasan Kominfo



Isu mengenai kemungkinan pemblokiran game populer Roblox kembali menjadi sorotan publik setelah muncul desakan dari sejumlah pihak. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun akhirnya buka suara untuk meluruskan kabar yang menimbulkan pro dan kontra tersebut.

Komdigi menjelaskan bahwa pihaknya menerima berbagai laporan dan aspirasi masyarakat yang menyoroti konten dalam Roblox, terutama yang dinilai berpotensi tidak sesuai dengan norma di Indonesia. Meski begitu, Komdigi menegaskan belum ada keputusan resmi untuk memblokir platform tersebut.

Menurut pejabat Komdigi, proses peninjauan dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan banyak aspek, termasuk sisi edukasi, kreativitas, hingga peluang ekonomi yang diberikan Roblox bagi para penggunanya di Indonesia. Pemerintah disebut ingin berhati-hati agar kebijakan yang diambil tidak merugikan jutaan pemain yang aktif memanfaatkan platform ini.

Selain itu, Komdigi juga mengungkap bahwa pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan pengembang Roblox untuk memastikan adanya upaya penyesuaian konten agar lebih ramah terhadap aturan dan budaya lokal. Langkah dialog ini dinilai penting untuk mencari solusi win-win, tanpa harus langsung mengambil langkah pemblokiran.

Di sisi lain, desakan blokir dari kelompok masyarakat tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka menilai adanya risiko bagi anak-anak dan remaja yang mengakses konten tertentu di Roblox. Namun, pemerintah menekankan pentingnya literasi digital dan keterlibatan orang tua sebagai pengawasan utama dalam penggunaan game online.

Download dengan Timer

Komdigi memastikan proses evaluasi masih berjalan dan hasilnya akan diumumkan secara transparan kepada publik. Hingga saat ini, Roblox masih bisa diakses secara normal di Indonesia.

Dengan banyaknya kepentingan yang terlibat, isu ini diprediksi akan terus menjadi perbincangan hangat. Keputusan akhir pemerintah nantinya diharapkan mampu menyeimbangkan kepentingan perlindungan masyarakat dengan kebutuhan ruang kreativitas digital yang sehat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama