Menyongsong Usia Emas: Sekilas Pandang Rumah Pensiun Presiden di Colomadu

 


Di sebuah lahan luas di Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, berdiri megah rumah pensiun milik Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Setelah melalui proses pembangunan selama kurang lebih satu tahun, hunian yang dirancang sebagai tempat tinggal masa pensiun ini kini hampir rampung sepenuhnya. Dengan luas lahan mencapai sekitar 1,2 hektar atau 12.000 meter persegi, kawasan tersebut kini menampilkan pemandangan yang jauh berbeda dibandingkan setahun lalu saat proyek baru dimulai.

Proyek yang Digarap Serius Sejak Awal

Pembangunan rumah ini dimulai pada pertengahan 2024 dan dikerjakan oleh kontraktor ternama, PT Tunas Jaya Sanur, yang berbasis di Denpasar, Bali. Sejak awal, proyek ini menjadi perhatian publik karena menjadi simbol peralihan fase kehidupan seorang pemimpin negara menuju masa pensiun yang tenang. Proses pembangunannya dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari pembukaan lahan, pembuatan pondasi, hingga tahap finishing yang kini hampir selesai.

Kepala Desa Blulukan, Slamet Wiyono, menyebutkan bahwa progres pembangunan sudah mencapai sekitar 95%. Menurutnya, saat ini pekerjaan difokuskan pada bagian pagar, taman, dan penyempurnaan interior rumah. Dari luar, tampak struktur bangunan dua lantai dengan desain berbentuk huruf "L" yang menonjolkan kesan modern namun tetap sederhana, selaras dengan gaya khas Jokowi yang dikenal apa adanya.

Lanskap Hijau dan Nuansa Damai

Tidak hanya bangunan utama, area sekitar rumah juga mulai ditata dengan berbagai tanaman hias dan pepohonan rindang. Taman depan sudah dihiasi tanaman berbunga, memberikan kesan asri dan menenangkan. Lanskap yang tertata rapi ini menjadi salah satu daya tarik utama, seolah menegaskan bahwa tempat ini bukan sekadar hunian, melainkan ruang refleksi dan ketenangan bagi sang mantan presiden.

Pada beberapa sudut terlihat juga lahan terbuka yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan santai keluarga atau bahkan kebun pribadi. Nuansa alam terasa kuat di kawasan ini, menandakan perhatian besar terhadap keseimbangan antara desain arsitektur dan lingkungan sekitar.

Nilai Strategis dan Latar Belakang Lahan

Lokasi rumah pensiun ini tergolong strategis karena berada di kawasan yang mudah diakses dari Solo. Tanah yang digunakan memiliki nilai tinggi, yakni di kisaran Rp10 hingga Rp12 juta per meter persegi. Berdasarkan data sebelumnya, pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk lahan tersebut mencapai sekitar Rp5 miliar pada tahun 2022.

Posisi lahan yang berada di pinggir jalan utama membuat kawasan ini mudah dijangkau, namun tetap menawarkan suasana tenang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Keunggulan inilah yang menjadikan lokasi ini ideal untuk masa pensiun seorang tokoh nasional.

Arsitektur yang Modern dan Elegan

Dari tampilan luarnya, bangunan rumah ini menggunakan atap bergaya modern dengan bentuk landai dan material berkualitas tinggi. Warna dinding yang netral berpadu dengan sentuhan alami dari elemen kayu dan batu alam, menciptakan kesan hangat namun tetap berkelas. Struktur dua lantai memungkinkan ruang yang lega di bagian dalam, sementara jendela besar memberi pencahayaan alami yang melimpah.

Desain berbentuk huruf "L" tidak hanya estetik, tetapi juga fungsional. Pola ini memberi ruang terbuka di tengah area rumah yang bisa difungsikan sebagai halaman dalam atau taman pribadi. Kombinasi elemen modern dan alami membuat rumah ini tampak megah tanpa kehilangan kesederhanaan.

Next dengan Timer

Tahap Akhir Menuju Penyelesaian

Menjelang akhir 2025, progres pembangunan semakin terlihat nyata. Pemasangan atap sudah rampung, bagian halaman sudah tertata, dan pagar mulai dibangun kokoh mengelilingi kompleks. Dengan persentase pengerjaan yang sudah mencapai 95%, dapat diperkirakan bahwa rumah ini akan sepenuhnya selesai dalam waktu dekat.

Keberadaan rumah pensiun Jokowi di Colomadu bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol transisi kehidupan. Setelah bertahun-tahun mengabdi di pemerintahan, hunian ini akan menjadi tempat peristirahatan yang layak untuk menikmati masa tua dengan damai dan sederhana.

Penutup

Rumah pensiun ini menjadi bukti bahwa keindahan dan ketenangan bisa diwujudkan melalui keseimbangan antara desain, fungsi, dan lingkungan. Dengan kombinasi arsitektur modern, lanskap hijau, serta suasana pedesaan yang menenangkan, rumah ini seolah menggambarkan perjalanan hidup seorang pemimpin yang tetap membumi bahkan setelah tak lagi menjabat.

Hunian ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga potret kehidupan sederhana yang penuh makna — cerminan dari filosofi hidup Jokowi yang selalu dekat deng

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama