Amarah Memuncak di Bakauheni: Ribuan Pemudik Tertahan Berjam-jam, Soraki Petugas Akibat Diduga Ada Perlakuan Istimewa

 

    



Lampung Selatan – 5 April 2025

Gelombang pemudik yang hendak menyeberang dari Pulau Sumatra menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni membludak sejak Sabtu pagi. Ribuan kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular sepanjang jalan menuju pelabuhan. Namun yang membuat situasi makin panas bukan hanya karena antrean panjang, tapi juga dugaan adanya ketidakadilan dalam proses masuk kapal.

Sejumlah pemudik meluapkan kekesalan mereka setelah berjam-jam tertahan tanpa kejelasan. Beberapa bahkan tak segan melontarkan teriakan protes kepada petugas, menuding adanya perlakuan istimewa terhadap rombongan kendaraan tertentu yang diduga mendapat akses khusus tanpa perlu ikut antre panjang.


Menunggu Tanpa Kepastian, Pemudik Kelelahan

Sejak subuh, antrean kendaraan terus bertambah padat. Tidak sedikit pemudik yang datang dari luar kota bahkan dari luar provinsi, berharap bisa menyebrang lebih awal agar dapat segera tiba di kampung halaman mereka. Namun kenyataannya, proses masuk kapal tak semulus harapan.

Siti, seorang ibu yang membawa dua anak kecil, mengaku sudah menunggu lebih dari lima jam. Ia berangkat dari Palembang dan hendak menuju ke Jakarta. "Kami sudah kehabisan bekal, anak-anak mulai rewel, tapi belum juga ada kepastian kapan bisa naik kapal," ujarnya dengan nada lelah.

Kondisi itu diperparah dengan minimnya informasi yang diberikan oleh petugas. Banyak pemudik merasa kebingungan, tak tahu harus menunggu berapa lama lagi. Beberapa bahkan sampai membuka aplikasi pelabuhan dan bertanya ke sana-sini hanya untuk mendapatkan sedikit kejelasan.


Mobil Mewah Dipersilakan Masuk Tanpa Antre?

Titik ledakan emosi para pemudik terjadi ketika terlihat sejumlah kendaraan—yang disebut-sebut sebagai rombongan khusus atau mobil mewah—langsung masuk ke area pelabuhan tanpa melalui jalur antrean umum. Peristiwa ini sontak menyulut kemarahan banyak orang.

"Sudah dari tadi kami di sini panas-panasan, tapi mereka baru datang langsung masuk? Ini namanya tidak adil!" ujar Budi, seorang pemudik dari Sumatera Selatan yang hendak menuju ke Serang.

Aksi protes mulai bermunculan, dari sekadar sorakan hingga teriakan keras ke arah petugas pelabuhan. Beberapa pemudik bahkan tampak mendekati pagar pelabuhan sambil merekam situasi dengan ponsel mereka, kemungkinan untuk diunggah ke media sosial sebagai bentuk protes publik.


Pihak Pelabuhan Masih Belum Bersuara

Sampai sore hari, belum ada keterangan resmi yang dirilis oleh pihak ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola Pelabuhan Bakauheni. Namun sebelumnya, Humas ASDP sempat menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya mengurai kepadatan arus mudik yang melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa faktor seperti cuaca buruk, arus balik kendaraan logistik, serta padatnya volume kendaraan pribadi disebut menjadi penyebab utama perlambatan arus kendaraan di pelabuhan.

Sayangnya, penjelasan itu belum cukup meredakan amarah para pemudik yang merasa pelayanan kali ini jauh dari kata memadai.


Harapan Pemudik: Perlakuan Adil dan Solusi Nyata

Situasi semacam ini bukan kali pertama terjadi menjelang lebaran. Setiap tahun, arus mudik selalu menjadi tantangan besar, terutama di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Bakauheni. Namun, dugaan adanya kendaraan yang mendapat perlakuan istimewa kian membuat publik kehilangan kepercayaan terhadap sistem.

Download dengan Timer

Pemudik berharap agar pihak pengelola pelabuhan dan pemerintah segera turun tangan untuk memastikan tidak ada lagi praktik pilih kasih dalam pelayanan publik. Mereka juga meminta agar sistem antrean dan keberangkatan kapal diperbaiki, sehingga semua bisa mendapatkan hak yang sama tanpa harus mengandalkan "akses khusus".

"Kalau seperti ini terus, mudik bukan jadi momen bahagia, tapi malah jadi stres. Kami cuma minta keadilan dan kepastian. Itu saja," tutup Rina, seorang pemudik asal Bandar Lampung.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama