Mojokerto - Nama Tiko sempat menggemparkan publik setelah kisah hidupnya yang penuh perjuangan viral di berbagai platform media sosial. Anak muda yang tinggal bersama ibunya, yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ), dalam sebuah rumah mewah tak berpenghuni selama bertahun-tahun menjadi perhatian banyak orang. Kondisi hidup mereka yang serba kekurangan membuat banyak pihak tergerak untuk membantu. Namun, perjalanan hidup Tiko tak semudah yang dibayangkan.
Bertahun-Tahun Hidup dalam Kegelapan
Tiko tinggal di sebuah rumah megah yang dulunya dipenuhi gemerlap kenangan masa kecilnya. Namun, nasib berubah drastis ketika sang ibu mengalami gangguan mental dan kehilangan kendali atas banyak hal. Aliran listrik dan air ke rumah tersebut diputus karena ketidakmampuan membayar tagihan. Selama lebih dari satu dekade, mereka bertahan tanpa listrik dan air bersih.
“Saya tidak punya pilihan lain. Meski hidup dalam kondisi seperti ini, saya tetap memilih merawat ibu dan tinggal di sini,” ungkap Tiko dalam sebuah wawancara dengan suara yang penuh ketegaran.
Meski rumah besar itu berdiri kokoh, suasana di dalamnya begitu sepi, gelap, dan pengap. Tanpa perabot yang layak dan kebutuhan dasar, Tiko hanya mengandalkan bantuan warga sekitar sesekali untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Kisahnya Viral dan Bantuan Datang Bertubi-Tubi
Perubahan besar dalam hidup Tiko dimulai ketika seorang tetangga dan komunitas sosial yang prihatin mengunggah kondisi rumah dan kisah hidupnya ke media sosial. Video dan foto-foto tersebut menyebar dengan cepat, menarik perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga para donatur.
Tak lama setelah itu, bantuan mulai berdatangan. Pemerintah daerah Mojokerto bergerak cepat untuk memulihkan kondisi rumah yang terbengkalai. Tim teknis segera memperbaiki jaringan listrik dan air, memastikan rumah Tiko kembali layak dihuni. Tak hanya itu, beberapa donatur juga memberikan perabot dan perlengkapan rumah tangga yang baru.
Perawatan Khusus untuk Sang Ibu
Salah satu tantangan terbesar Tiko adalah kondisi kesehatan mental ibunya. Setelah bertahun-tahun hidup dalam isolasi dan minim perawatan medis, sang ibu akhirnya mendapatkan perhatian yang layak. Dengan dukungan dari berbagai pihak, ia dirujuk ke fasilitas kesehatan mental untuk menjalani terapi intensif.
Menurut dokter yang menanganinya, kondisi sang ibu menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Dukungan penuh kasih dari Tiko menjadi faktor penting dalam pemulihan tersebut. “Cintanya kepada sang ibu benar-benar luar biasa. Itu yang membuat kondisi beliau perlahan-lahan membaik,” ujar salah satu perawat.
Meski demikian, Tiko tetap rutin mengunjungi ibunya dan memastikan segala kebutuhannya terpenuhi. Ia percaya bahwa kesembuhan ibunya adalah harapan terbesarnya.
Silahkan tunggu dalam 30 detik.
Download Timer
Dengan kondisi yang mulai membaik, Tiko kini memiliki kesempatan untuk menata kembali hidupnya. Ia bertekad melanjutkan pendidikan yang sempat terputus akibat situasi keluarga. Selain itu, Tiko juga mulai mencari pekerjaan yang dapat memberikan penghasilan tetap agar ia bisa hidup mandiri dan tetap merawat ibunya.
“Saya ingin membangun masa depan yang lebih baik. Tapi saya juga tidak lupa dengan semua bantuan yang saya terima. Suatu hari nanti, saya ingin membantu orang lain seperti mereka membantu saya,” ungkapnya penuh harap.
Pesan Tiko: Jangan Menyerah pada Situasi Sulit
Kisah perjuangan Tiko mengajarkan banyak hal tentang cinta, kesetiaan, dan ketangguhan. Dalam kondisi yang begitu sulit, ia tidak pernah meninggalkan ibunya dan terus berusaha memberikan perawatan terbaik. Pesannya kepada semua orang yang sedang berjuang dalam kehidupan sangat sederhana tetapi kuat:
“Setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Jangan pernah menyerah. Selalu ada harapan meski kita berada dalam situasi tergelap sekalipun.”
Dengan tekad dan kerja kerasnya, Tiko berhasil mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Kisahnya kini menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa cinta dan ketulusan bisa mengatasi berbagai rintangan kehidupan.

