Di balik kegembiraan menyambut hadirnya buah hati melalui proses operasi caesar, sejumlah ibu mungkin merasa bahwa perjuangannya baru saja dimulai. Meski tampaknya lancar menjalani prosedur medis, kenyataannya pemulihan setelah Operasi Caesar bukanlah sekadar istirahat semalam dan kembali seperti sediakala. Berikut lima efek yang kerap muncul setelah operasi dan perlu mendapat perhatian lebih.
1. Gangguan Tidur — Lebih dari Sekadar Susah Nyenyak
Banyak ibu melaporkan bahwa tidur menjadi sulit setelah menjalani caesar: sering terbangun malam hari, berganti posisi karena sakit, hingga berhadapan dengan hormon stres yang meningkat. Salah satu penelitian pada jurnal Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing menyebutkan bahwa nyeri dari luka sayatan, efek dari bius, serta ketidaknyamanan saat merawat bayi dapat mengganggu ritme tidur.
Ketika waktu tidur terganggu, bukan hanya mood yang bisa terpengaruh — kualitas ASI pun bisa ikut turun. Maka sangat disarankan untuk memanfaatkan waktu tidur siang singkat (“power nap”) dan meminta dukungan pasangan atau keluarga agar ibu bisa beristirahat cukup.
2. Nyeri dan Mobilitas Terbatas — Tak Sekadar Luka Sayatan
Bekas sayatan caesar memang butuh waktu agar benar-benar sembuh — bisa memakan waktu hingga enam minggu atau lebih. Selama masa itu, ibu mungkin terasa sakit saat tertawa, batuk, atau bergerak cepat. Lembaga seperti American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan untuk tidak mengangkat beban berat melebihi berat bayi saat pemulihan dan memilih aktivitas ringan, seperti jalan perlahan, untuk membantu sirkulasi darah.
Penting dicatat bahwa membiarkan luka dalam keadaan statis terlalu lama juga bisa membuat pulih lebih lambat atau menimbulkan komplikasi. Jadi, gerak ringan pun bisa membantu — tentu dengan izin dan pengawasan medis.
3. Risiko Infeksi dan Pendarahan — Waspadai Tanda‑Peringatan
Meski tidak selalu terjadi, luka sayatan caesar tetap berpotensi terkena infeksi ataupun pendarahan abnormal. Penelitian yang dipublikasikan di BMJ Open menunjukkan bahwa antara 6 hingga 9 persen ibu pasca caesar mengalami infeksi luka operasi — terutama jika memiliki riwayat diabetes atau obesitas.
Tanda‑tandanya antara lain demam, rasa nyeri berlebihan di area perut bawah, keluarnya cairan berbau dari luka, atau perdarahan yang tidak wajar. Untuk itu, menjaga kebersihan luka, mengganti perban dengan benar, dan segera melakukan pemeriksaan ketika muncul gejala mencurigakan sangatlah penting.
4. Pemulihan Emosional yang Lebih Lama — Tak Hanya Tubuh yang Butuh Waktu
Operasi caesar bukan hanya berdampak fisik, tetapi juga bisa memberikan imbas pada kondisi emosional ibu. Beberapa wanita merasa kecewa atau menyesal karena tidak bisa melahirkan secara normal. Bahkan, kajian di jurnal Birth menunjukkan bahwa ibu yang menjalani caesar memiliki risiko lebih tinggi mengalami baby blues atau depresi pasca persalinan dibanding yang melahirkan normal.
Dukungan pasangan, keluarga, atau lingkungan sekitar sangat berharga dalam masa ini. Bila ibu merasa stres berkepanjangan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional kesehatan mental.
5. Proses Pemulihan Fisik yang Lebih Lama — Kesabaran Menjadi Kunci
Dibanding persalinan normal yang biasanya memungkinkan pemulihan sekitar dua minggu, bagi mereka yang menjalani operasi caesar — pemulihan bisa mencapai enam sampai delapan minggu, bahkan lebih tergantung kondisi tubuh masing‑masing.
Selama masa ini, konsumsi makanan bergizi tinggi (protein, vitamin C), memperbanyak minum air putih, dan melakukan peregangan ringan — dengan persetujuan dokter — sangat dianjurkan. Memaksa tubuh bergerak terlalu cepat sebelum siap justru bisa menunda penyembuhan atau memunculkan masalah baru.
Kesimpulan
Prosedur caesar memang menjadi solusi medis yang sangat penting dalam banyak situasi persalinan — namun bukan berarti perjalanan baru berakhir setelah bayi lahir. Kelima efek di atas: gangguan tidur, nyeri dan mobilitas terbatas, risiko infeksi/pendarahan, pemulihan emosional, serta durasi pemulihan fisik yang lebih lama — semuanya memerlukan perhatian dan penanganan.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal baru saja menjalani operasi caesar, mengenali efek‑efek tersebut sejak awal dan melakukan langkah pencegahan bisa membuat proses balik ke “normal” menjadi lebih lancar. Lebih dari itu, jangan lupa bahwa tubuh wanita yang baru melahirkan sedang dalam fase luar biasa — dan layak mendapat kasih sayang, dukungan, serta waktu untuk pulih sepenuhnya.